Destinasi Wisata Pangalengan

Jelajahi keindahan alam dan budaya di seluruh kawasan Pangalengan, mulai dari Desa Banjarsari hingga destinasi rekomendasi sekitarnya.

Destinasi Wisata Banjarsari

Wisata unggulan di dalam wilayah Desa Banjarsari, Pangalengan

2 Destinasi
RUMAH BOSSCHA MALABAR
Wisata Edukasi
Banjarsari

RUMAH BOSSCHA MALABAR

Banjarsari, Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung, J...

Rumah Bosscha Pangalengan (atau dikenal juga sebagai Wisma Malabar) adalah destinasi wisata sejarah yang terletak di tengah hamparan hijau Perkebunan Teh Malabar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Informasi Umum & LokasiAlamat: Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa BaratJam Operasional: Setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIBHarga Tiket Masuk: Sekitar Rp5.000 per orang (belum termasuk biaya parkir kendaraan)Rumah Bosscha di Pangalengan adalah bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1896 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha asal Belanda yang dijuluki sebagai Raja Teh Priangan.Berikut adalah ringkasan sejarah dan perkembangannya:Sejarah SingkatPendirian (1896): Rumah ini dibangun bersamaan dengan pembukaan Perkebunan Teh Malabar oleh perusahaan NV Assam Thee Onderneming Malabar. Rumah ini berfungsi sebagai kediaman pribadi sekaligus pusat pengelolaan perkebunan.Masa Kepemimpinan Bosscha: Bosscha tinggal dan memimpin perkebunan teh tersebut selama lebih dari 30 tahun hingga ia wafat pada 26 November 1928 akibat infeksi tetanus setelah jatuh dari kuda di Gunung Nini.Renovasi: Bangunan ini pernah mengalami beberapa kali renovasi, di antaranya pada tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang, serta setelah terdampak oleh peristiwa Gempa Pangalengan.Pengalihan Kepemilikan: Setelah melalui berbagai era, aset perkebunan dan rumah ini kemudian diserahkan dan dikelola oleh negara, dan kini berada di bawah pengawasan PT Nusantara 1 Regional 2 Malabar melalui unit agrowisata.Karakteristik dan Fungsi Saat IniArsitektur: Mengusung gaya arsitektur khas Eropa abad ke-19 dengan material dominan berupa kayu dan batu alam. Di dalamnya masih tersimpan berbagai perabot antik peninggalan aslinya, seperti piano kuno dan peta lawas perkebunan.Destinasi Wisata: Saat ini, rumah yang berlokasi di tengah Perkebunan Teh Malabar (ketinggian sekitar 1.550 mdpl) ini dibuka untuk umum sebagai wisata sejarah.Akomodasi: Selain area museum rumah utama, di sekitar kawasan juga tersedia fasilitas penginapan bagi wisatawan.
8 Dilihat
Rp 5.000
MAKAM KAREL ALBERT RUDOLF (K.A.R.) BOSSCHA
Wisata Edukasi
Banjarsari

MAKAM KAREL ALBERT RUDOLF (K.A.R.) BOSSCHA

QHQQ+54H, Banjarsari, Pangalengan, Banjarsari, Ban...

Makam Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha berada di tengah hamparan hijau Perkebunan Teh Malabar, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.Lokasi dan AksesLetak: Tersembunyi di tengah kebun teh, dekat dengan rumah kediaman Bosscha dan kawasan wisata Nimo Highland.Perjalanan: Pengunjung harus berjalan kaki sekitar 150 meter melewati jalan setapak berbatu di antara kebun teh yang asri.Tiket Masuk: Biaya kontribusi/kebersihan sebesar Rp5.000 per orang kepada penjaga makam.Arsitektur dan Bentuk MakamDesain Unik: Dirancang langsung oleh K.A.R. Bosscha sebelum ia wafat.Bentuk Kubah: Memiliki kubah putih berbahan marmer yang menyerupai topi khas (atau topi yang sering ia kenakan).Penyangga: Kubah tersebut disangga kokoh oleh delapan tiang putih.Dimensi: Memiliki kedalaman lubang makam sekitar 2,5 meter dan lebar 3 meter.Suasana dan LingkunganTeduh dan Asri: Dikelilingi oleh pepohonan rindang serta hijaunya kebun teh, menciptakan suasana yang tenang, sejuk, dan damai.Sejarah Singkat: K.A.R. Bosscha (lahir di Den Haag, 15 Mei 1865 – wafat di Malabar, 26 November 1928) adalah "Raja Teh Priangan" yang mengelola Perkebunan Teh Malabar sejak 1896 serta perintis Observatorium Bosscha di Lembang. Ia mewasiatkan agar dimakamkan di tengah kebun teh tempat ia mengabdi.
6 Dilihat
Rp 5.000