TEH JANGKUNG MALABAR
Galeri Foto
2 FotoTentang Destinasi
Teh Jangkung Malabar adalah destinasi wisata alam berupa perkebunan teh yang terletak di Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Lokasi & Akses
- Alamat: Banjarsari, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
- Jam Operasional: Buka setiap hari (umumnya pukul 06.00 – 17.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk menikmati matahari terbit atau terbenam pukul 05.00–07.00 dan 16.00–17.00).
- Harga Tiket Masuk (HTM): Sekitar Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang (bergantung kebijakan akses dan wahana seperti Tea Bridge).
Daya Tarik & Keunikan
- Pohon Teh Tinggi: Berbeda dari kebun teh biasa, pohon teh di sini dibiarkan tumbuh tinggi mencapai 1 hingga 10 meter karena tidak rutin dipangkas, menciptakan lanskap yang unik dan eksotis. [1, 2]
- Jembatan Kayu (Tea Bridge): Terdapat jembatan kayu estetik di tengah hamparan kebun teh yang menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.
- Aktivitas Wisata: Cocok untuk piknik keluarga, jalan-jalan santai, fotografi, pre-wedding, hingga menikmati udara pegunungan yang sejuk.
Sejarah Teh Jangkung Malabar bermula dari pembukaan Perkebunan Teh Malabar di Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada tahun 1896 oleh seorang pengusaha asal Belanda bernama Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha.
1. Perintisan oleh K.A.R. Bosscha (1896)
- Membuka Hutan: Bosscha datang ke Pangalengan dan merintis perkebunan dengan cara membabat hutan belantara Malabar.
- Tantangan Alam: Pada awalnya, usaha ini sempat diragukan karena wilayah Pangalengan dianggap terlalu dingin untuk tanaman teh. Namun, Bosscha menilai iklim tersebut mirip dengan kawasan pegunungan Himalaya.
- Varietas Unggulan: Ia kemudian membudidayakan jenis teh hitam (Assam Tea) yang tumbuh subur dan kemudian menjadi salah satu produk teh terbaik di dunia pada masa kolonial.
2. Asal-Usul Nama "Teh Jangkung"
- Pohon Tinggi Usia Ratusan Tahun: Istilah "jangkung" dalam bahasa Sunda berarti tinggi. Dinamakan demikian karena pohon-pohon teh di kawasan ini tidak dipangkas pendek seperti kebun teh modern, melainkan tumbuh tinggi menjulang hingga mencapai sekitar 10 meter karena telah berusia lebih dari 100 tahun.
- Lokasi Pembibitan Awal: Kawasan ini dulunya merupakan bagian dari pusat pembibitan dan pengembangan tanaman teh bersejarah yang dirintis oleh Bosscha.
3. Kepedulian Sosial dan Masa Kejayaan
- Fasilitas Pekerja: Bosscha tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga mendirikan perumahan bagi ratusan pekerja, membangun sekolah gratis Vervoloog Malabar (1901) bagi anak-anak pribumi, serta memajukan teknik pengolahan teh.
- Kejayaan Ekspor: Perkebunan Malabar sempat tercatat sebagai salah satu eksportir teh terbesar di dunia.
4. Era Pasca-Kemerdekaan hingga Saat Ini
- Pengambilalihan Pemerintah: Setelah melalui masa perang dan pergantian kepemimpinan, pada Desember 1957 perkebunan ini secara resmi diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan kini dikelola oleh PTPN.
- Alih Fungsi Menjadi Wisata: Produksi teh di kawasan spesifik Teh Jangkung tidak lagi menggunakan cara tanam dari biji melainkan beralih ke sistem stek. Saat ini, kawasan Teh Jangkung Malabar yang terletak di Banjarsari, Pangalengan, telah dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan edukasi sejarah yang populer.
Fasilitas Tersedia
Lokasi
Video Wisata
Paket Wisata, Harga Tiket Masuk dan Wahana!
Tiket Masuk & Parkir
| Nama Paket | Satuan | Harga | Detail |
|---|---|---|---|
| Tiket Masuk | per pax | Rp 15.000 | |
| Parkir motor | per unit | Rp 3.000 | |
| Parkir mobil | per unit | Rp 5.000 | |
| Parkir Bus | per unit | Rp 10.000 |
Harga Tiket Mulai Dari
Rp 3.000
Jam Operasional
Buka 06:00 - 17:00 WIB
Scan Lokasi
Scan untuk petunjuk arah
📝 Review & Rating
Apakah Anda sudah pernah kesini? Bagikan pengalaman Anda!
Review Pengunjung
0 ulasan
Belum ada review. Jadilah yang pertama!